Breaking News
Home > Silka Kamuning Apriza

Silka Kamuning Apriza

Aku hanyalah seorang wanita yang ingin melukis kesedihan lewat senyuman. Sebait lukisan kata, terkadang penuh makna, berarak kata akan menjadi cerita.

Mencari Makna Sang Maha Dewi

Lihat ombak yang bergelombang, selalu menghasilkan riak yang tidak bisa dibendung. Pasir yang mendesir tak terdengar oleh telinga, karena dilebur oleh deru ombak begitu angkuh selalu menerkam. Goncangan akibat derunya, tak lagi dapat dielakkan. Ombak menghempas apapun yang ada di muka. Malam berganti siang, siang berganti malam. Namun ombak terus …

Read More »

Dilema Rindu (Part 5)

Hari ini adalah hari Minggu, merupakan hari libur sekolah, setelah enam hari berkutat di sekolah dengan berbagai mata pelajaran dan ektra praktek tambahan, akhirnya hari Minggu yang ditunggu datanglah sudah. Hari ini aku bangun agak siangan, sah-sah saja bagiku, sedikit memanjakan diri, sambil melamunkan kejadian-kejadian yang sudah lalu, agar kedepannya …

Read More »

Dilema Rindu (Part 4)

Selesai sudah makan-makan sore ku bersamanya.  Beristirahat dan melihat pemandangan yang indah, dengan bersama seorang pria, yang ternyata menginginkan agar dirinya dipanggil dengan panggilan Kakak, dia pun memanggil aku dengan sebutan Ade, ada apa gerangan. Rencananya mau bertanya namun apakah waktunya tepat. Rasa yang seperti ini, membuat ku penasaran, karena …

Read More »

Dilema Rindu (Part 3)

Sudah separuh jalan, motor yang dikendarainya tidak sekencang, waktu mengantar ku di pagi hari. Kini sudah pukul 15:00, sepertinya biasa dipertengahan jalan ini, ada sebuah tempat makan dengan sensasi out door ditambah dengan hamparan pemandangan perkotaan. Maklum saja di atas bukit ini semua yang berada di bawah terasa begitu kecil. …

Read More »

Dilema Rindu (Part 2)

Raga ku disini, namun entah kenapa sepertinya jiwa ku dibawa olehnya. Berawal dari pertemuan yang hampir menghadiahkan malapetaka, kini malah berubah 180 derajat menjadi karunia terindah. Sore ku berganti gelap gulita, namun tetap diterangi rembulan dan bintang nan jauh disana. Hamparan awan yang berarak sedikit berwarna kelabu, namun tetap tidak …

Read More »

Dilema Rindu (Part 1)

Hembusan angin malam yang begitu lembut, selembut sutera, menemani kesendirianku yang tinggal di suatu desa terpencil, dengan rumah berada di atas bukit, bahkan menatap rembulan saja sudah dapat membuat ku menjadi riang gembira, wajah malam selalu saja membuat ku banyak untuk merindukan seseorang, mencoba merenung wajah dan tokoh seseorang, menginginkan …

Read More »