Breaking News
Home > Cerpen Cinta > Opposites Attract

Opposites Attract

Alexander adalah presenter di Entertainment Talk Show. Ia adalah presenter yang dikenal karena sikapnya yang ramah dan humoris. Acara yang ia bawakan selalu menghibur dan penuh tawa. Orang-orang menontonnya untuk mendapatkan hiburan setelah penatnya pekerjaan. Artis, penyanyi, model, bintang internet, bahkan orang biasa pernah ia wawancarai dan mereka senang karena Alexander tahu cara membuat seseorang bersinar.

Alexia adalah presenter acara perdebatan hokum dan politik. Ia biasa tampil dengan busana jas, dan terkenal karena intelektualnya dan keberaniannya dalam bertanya hingga ke inti. Orang-orang menghormatinya, mereka menonton acaranya untuk mendapatkan penjelasan tentang masalah yang terjadi yang melibatkan para pejabat mereka.

Alexander suka meminum secangkir teh panas dengan irisan lemon, duduk bersandar di ruang tengahnya diiringi alunan music klasik dan ballad. Kemudian ia akan mengambil sebuah buku, atau membaca Koran atau internet, mengisi ilmu pengetahuannya akan masalah yang terjadi di sekitarnya.

Alexia menyalakan musik di rumahnya dengan volume yang cukup keras. Ia menyanyi mengikuti lagu yang sedang diputar sambil sesekali menari mengikuti irama. Busananya diganti dengan kaos dan celana rumahan. Tergantung mood, ia akan chatting dengan teman-temannya atau menonton film komedi sambil menikmati popcorn dan es krim.

Alexander selalu menonton acara Alexia. Ia terkesan dengan Alexia yang selalu menanyakan hal yang tepat, seringkali membuat bintang tamunya menjadi gugup. Menurut Alex itu menandakan bahwa Alexia berhasil mengenai hal yang sebenarnya ingin mereka sembunyikan. Hukum dan politik selalu penuh intrik dan drama, pikir Alexander, Negara ini perlu lebih banyak orang-orang cerdas seperti Alexia.

Alexia selalu menonton acara Alexander. Ia suka dengan sikap Alexander yang lucu tanpa ia harus memojokkan orang lain. seringkali acara Alexander didatangi oleh bintang baru yang masih muda dan mudah gugup. Alexander akan mengarahkan mereka, seraya mengutarakan beberapa lelucon yang membuat penonton terpingkal-pingkal dan membuat bintang tamu tersebut menjadi lebih santai. Tawa yang lepas adalah wujud kebahagiaan, pikir Alexia, orang-orang seperti Alexander akan selalu dibutuhkan.

Mereka bertemu pada suatu pesta pemberian awards. Ternyata mereka mempunyai kenalan yang sama, dan orang itu tidak membuang kesempatan untuk memperkenalkan mereka.

“Alex, kenalkan ini Alexia. Dia teman kerjaku dan dia selalu menonton acaramu. Alex, kenalkan ini Alexander. Dia teman lamaku dan juga penggemar beratmu. Kalian berdua mengobrol saja dulu, aku mau ambil minuman.”

Itu adalah pertemuan yang memalukan bagi mereka berdua, namun mereka tidak bisa pungkiri bahwa mereka merasa berterimakasih.

Hanya butuh waktu sebulan bagi mereka untuk menyadari bahwa orang di depan mereka sama sekali tidak seperti yang mereka bayangkan, namun mereka mendapati bahwa mereka sama sekali tidak keberatan.

“Teman-temanku selalu bilang bahwa aku sangat pendiam,” kata Alexander, “mungkin mereka tidak bermaksud apa-apa, tapi waktu itu aku takut mereka tidak akan mau berteman denganku lagi. Jadi aku berusaha lebih riang, mencari bahan candaan di internet dan membuat mereka tertawa. Akhirnya sampai sekarang aku terbiasa melucu jika berada di depan orang-orang.”

“Orangtuaku sangat ketat,” kata Alexia, “ayahku selalu menyuruhku belajar. Ia juga menyuruhku belajar tentang hukum dan politik agar aku tidak ditipu orang. Aku tidak senang awalnya, tapi sekarang aku merasa ada yang kurang jika aku tidak mengetahui up-date tentang hukum dan politik yang terjadi.”

 “Aku tidak keberatan kau suka bersenang-ria,” kata Alexander, “jadi hidupku akan tetap riang meski aku sedang tidak bercanda.”

“Aku tidak keberatan kau orang yang serius,” kata Alexia, “mungkin kau bisa menjadi teman diskusiku sesekali.”

Dalam waktu kurang dari setahun mereka memutuskan untuk menikah. Dua orang yang biasa mewawancarai orang kini duduk di sebuah acara dan diwawancarai.

“kalian berdua seperti berasal dari dunia yang berbeda, bisakah kalian beritahu apa yang membuat kalian menjadi yakin dan memutuskan untuk bersama?”

Alexander dan Alexia saling pandang dan tersenyum.

“Kami saling melengkapi,” kata Alexia. “Seperti kata pepatah; dua kutub yang berbeda saling tarik-menarik.” Kata Alexander.

(Visited 12 times, 1 visits today)
Ajak teman kamu untuk membaca Cerpen & bantu share ya!

About Nina Ruliana

Seseorang yang menikmati cerita dan ingin berbagi kebahagiaan kecil itu dengan orang lain.

Check Also

Simple Happiness (Bagian II)

Ini dia tempatnya! Akhirnya, akhirnya setelah perjalan belasan jam, nyasar berkali-kali, tanya jalan sampai lebih …

Simple Happiness (Bagian I)

“Tania?” Aku menoleh. Seorang gadis berparas cantik menatapku, dengan mata terkejut. Aku hampir berkata ‘siapa, …

Hubungan Abang dan Adik

Leni sedang jatuh cinta. Ia jatuh cinta pada teman abangnya yang merupakan salah satu tetangga …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *