Breaking News
Home > Puisi > Penamaan Aku

Penamaan Aku

pedaq api. tradisi pemberian nama untuk bayi

setelah putus pusar dan tali ari-ari

ada dukun dan kiyai.

deret nama ditulis di atas kertas macam nota bukti

satu satu bayi dipaksa genggam tulisan nama

mana kala digenggam utuh satu nama, maka sejatinya

diberkati dukun dan kiyai

aku bayi. lahir menggendong ari-ari

dan menguburnya sendiri

tak ada ritual sacral pedaq api

kugenggam nama sendiri: puisi.

Menceng Raya, 2017

Kematian Aku

aku tulis wasiat untuk mengantar

peziarah menuju makam tak beralamat

makam yang sengaja kubuat

ketika sekarat.

itu tempat keramat, dimana sesaat kubikin sesat.

sebab tak ada yang berduka

atas kematianku, kuantar sendiri jenazahku.

keranda. keranda itu seperti beroda

menggiringku sampai lahat

nisan tak kupahat sebab lupa kapan aku wafat.

Menceng Raya, 2017

Batu

batu. batu ini

harus kupecahkan lagi berkali-kali.

sendiri. sering kali Tu(h)an

bersendau dengan caranya sendiri

Menceng Raya, 2017

Sumur Di Dadamu

aku menggali sumur di dadamu. bidang.

tak habis sekali rengkuh

aku menggali berpeluh-peluh

sekali mengeluh mata air mengalir keruh.

aku menggali sumur di dadamu. berbatu.

maka kusiapkan palu godam juga pahat batu

agar pecah sekali kayuh

peluh kibiarkan luruh.

aku menggali sumur di dadamu. dalam.

lupa kusiapkan tali tambang

mata air menggenang. aku terendam. tenggelam.

aku menggali sumur di dadamu: kubur kematianku.

Menceng Raya, 2017

Anakmu

bisa jadi ia benih yang kusemai

di dalam rahimmu dulu.

sebelum akhirnya

dibuahi suamimu

Menceng Raya, 2017

Menunggu Ayah Angkat Bicara

dua depa jarak kita

membakar getir

manakala senja tergelincir

saling memandang getar bibir

mengeja nama hari; bulan; menghitung tahun

sejak perkabungan itu

kita terpisah empat penjuru

aku. aku tersesat di tanah orang

tak ada picu memanggil pulang

kalian. kalian kanjang menemu kandang

tak tahu pasti kapan tandang di masa mendatang

dua depa jarak kita

menunggu ayah angkat bicara

siapa pulang kemana

dan siapa pulang kemana

dua depa jarak kita

simpuh melingkar

kala nanti ayah pulang

Menceng Raya, 2017

Sepucuk Surat Datang Pagi Ini

sepucuk surat datang pagi ini

dari seorang sahabat di ujung selatan negeri

mengirim kabar bahwa di sana kopi tak nikmat lagi

tembakau tak lagi kasturi.

sejak kau tinggalkan pulau

petani tak ada lagi tanam tembakau

lebih memilih menjual putau

investasi kebun kopi diputar habis di meja judi

sekali kalah judi satu petani bunuh diri.

kini, aku tunggu pulangmu.

Menceng Raya, 2017

(Visited 11 times, 1 visits today)
Ajak teman kamu untuk membaca Cerpen & bantu share ya!

About Yunk Putra El-Lefaqy

Yunk Putra El-Lefaqy (Hasrul Hamdi Putra) – Lahir di Lombok NTB, 31 Januari 1991. Sekarang bermukim di Jakarta. Bergiat di UKM kesenian UIN Mataram (BKSM-SAKSI) semasa kuliah. Puisi-puisinya telah dimuat di media. Selain menulis puisi, ia juga aktif menulis lagu (sebagai koleksi pribadi). Contact: Fb: Yunk Putra El-Lefaqy IG: @yunk.putra31

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *