Breaking News
Home > Puisi > Puisi Maula Nur Baety

Puisi Maula Nur Baety

AKU BUKAN KUMBANG JALANG

Telah kau semai beberapa, jawaban dan

saksi hingga kau namai pelaku bersalah,

kau tulis saja umpatan yang disebut

gadis liar.

Hei! Beberapa niat tidak kau baca, dan kau

malah lari terbirit-birit membawa gelisah

sebabnya kau manipulasi semua kejadian

di ranah tanah ini.

Aku bukan kumbang jalang, pak tua.

Aku hanya gadis, yangtidur dan bersujud

di atas sajadah, dan rumahku di halaman

toko emperan memungut dingin cuaca

malam demi lelap seharian.

Brebes, Jawa Tengah 11 Oktober 2017.

PERAHU PERAHU KECIL

Kupandang-pandang dari jauh,

kapal berbentuk ukuran kecil berlayar

di tengah angin kencang sore ini, ombak

pun seakan menunduk sedih oleh cuaca.

Tak sedikit pula, ikan pun bermuara entah

laut mana, yang kutahu hanya ada beberapa

ikan kecil yang nampak dari permukaan.

Miris—

para tetua nelayan, pulang membawa sesak

gemuruh pikiran yang memikirkan makan

apa esok, dan hanya umpan yang masih utuh

yang mengisi kotak perahu-perahu kecil di

dermaga.

Brebes, Jawa Tengah 11 Oktober 2017.

HUJAN DAN MALAM

Di persimpangan jalan, hujan malam ini

membawa rasa berbeda pada malam-malam

kemarin terasa menggelitik tubuhku,

meremangkan bulu tanganku.

Mencoba menapaki jalanan berair dengan

damai namun bau anyir menyengathidungku

dan terdengar lirih tangisan wanita, tubuhku

mati rasa oleh ketakutan, akan tetapi rasa

penasaran membuatku mendekati bilik

pohon kecil yang bergoyang.

Payung yang kugenggam lepas, luruh oleh

kekagetan hingga kutemukan jawaban

dari bau anyir dan tangisan, ya! Si wanita

yang ditinggal oleh pria berhidung belang

dengan keadaan yang mengenaskan.

Brebes, Jawa Tengah 11 Oktober 2017.

AKHIR PENANTIAN

Dalam kamar sempit, berhias bunga-bunga

dan beberapa kain indah menyelinap di pintu.

Aku menatap dengan senyum, kepada

cermin yang memperlihatkan wanita cantik.

Gaun itu menjuntai indah, menutupi seluruh

kakiku, dan jilbab sederhana namun megah

kaya akan hiasan bunga mempercantik

wanita yang menanti sebuah jabat tangan

mempelai, ya. Inilah akhir sebuah penantian

dan kini duduk bersanding di pelaminan.

Brebes, Jawa Tengah 11 Oktober 2017.

SEPASANG SAJAK ANAK PETANI

Jika, hujan dan badai bersama, namun

terkalahkan oleh angin yang selalu sendiri

dan hanya menikmati malam, pagi dan siang.

Sarjuli,ya aku menamainya sebagai

ranah tanah bahasa dan imajiku tentang

menjabarkan kalimat patah-patah anak

petani.

Ia anak petani, dari Simpang Tiga, Lampung

Barat. Yang memantaskan sebuah sajak

di penghujung buku pada lembar maya.

Brebes, Jawa Tengah 11 Oktober 2017.

(Visited 17 times, 1 visits today)
Ajak teman kamu untuk membaca Cerpen & bantu share ya!

About Maula Nur Baety

Alamat: Kota Brebes, Provinsi Jawa Tengah. Kabupaten Brebes, Kecamatan Bulakamba. Desa Banjaratma, Gg. Batara 2. RT. 04 RW. 09. No HP: 0858 1385 9785 Facebook: Maula Nur Baety Email: malafebriyani20@gmail.com WhatsApp: 0831 2793 7016 Remaja berumur 21 tahun, suka menulis sejak sekolah dasar, menerbitkan cerpen dan puisinya di berbagai media.www.penulis cerpen.com. www.majalah simalaba.com. dan dibukukan di berbagai event. "Mencoba berusaha menjadi seorang seniman. Dalam bidang sastra. Menyukai puisi."_Sajak Febriyani.

Check Also

Kejujuran

Detak ini tak sama. Rasa ini menggelegar tak menentu, terpisah dari sebuah prinsip dan menjalar …

Assalamualaikum Cinta

Terlalu dangkal untuk menggapaimu, senja. Bahkan terlampau jauh untuk merengkuhmu, merasakan hangatnya pancaran sinarmu. Tempatmu …

Cinta dan Ego (Series Ke-2 Cerpen “Perpisahan Sebuah Sahabat)

Diperbatasan jalan setapak ini yang penuh ilalang dan halaman luas serta bunga bermekaran dimana-mana. Terlihat …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *