Breaking News
Home > Puisi > Puisi Sedang Sakit

Puisi Sedang Sakit

Puisi Sedang Sakit

Pagi ini kepala terasa berat pandangan berkunang-kunang

Semalam aku muntahkan beberapa diksi dan majas sumbang

Mungkin karena sedikit lelah meniti jalan berkubang

Resep dokter kubiarkan tergeletak di tepi ranjang

Sesekali memang aku butuh rasa sakit

Menikmati ngilu dari waktu-waktu sempit

Agar tak manja kembali bangkit

Pada ruang yang kian menghimpit

Menceng Raya, 2017

Pesan Puisi Kepada Penyair

Waktu dilipat-lipat

Jalan panjang yang terlewat

Menyisakan karat.

Senja ini begitu keriput

Goresan tinta kian saru di atas kertas

Juga sengal desah kata-kata

Kadang ter-peng-gal-peng-gal

Pertanda aku tak lama lagi tinggal.

Tulislah. Tulislah aku dalam buku harian

Abadikan jadi kenangan yang tak terlupakan.

Bacalah. Bacalah aku perlahan

Selami bahasaku sedalam-dalam.

Menceng Raya, 2017

Kamu Harus Kejam

 Chaidir Amry

Malam tadi

Aku membunuh tikus

Dengan belati: perasaan

-setelah kusetubuhi

 sembilan puluh sembilan kali-

Menceng Raya, 2017

Rumah Zany

Jelaga hitam di dinding

Rayap-rayap merayap

Tikus-tikus nakal kejar-kejaran

Karat engsel jendela, pintu

Sarang laba-laba

Ini rumahmu

Lama tak dihuni

Seperti hati zany

Menceng Raya, 2017

Hujan Duka Penghujung September

Di Menceng Raya

Jalanan marah: digenangnya darah.

Menceng Raya, 2017

Pedati Pembawa Petisi

Biar saja mulut berceloteh

Di antara deras hujan

Serupa anjing mengoceh

Kafilah tetap berjalan

Bukan naif atas prasasti

Kami arif emban bhakti abdi

Maaf kata kami tidak lupa sejarah

Hanya saja tak mau tenggelam pasrah

Ini pedati sesak petisi

Bukan janji-janji tak pasti

Sampai di ujung jalan nanti

Kalian akan mengerti

Menceng Raya, 2017

Marinda Ujung: Sumbu Tegal Alur

Bising kendaraan menceng raya

Mendengung di telingaku sepanjang

Jalan marinda ujung.

Marinda ujung jalan kecil terselubung

Penghubung menceng raya dan kamal raya.

Menceng raya dan kamal raya

Dua jalan bersaudara. Pecah lantaran

Sengketa kampung kumuh tegal alur.

Marinda ujung menyumbu

Tegal alur: barat dan timur.

Lalu marinda ujung jalan siapa?

Menceng Raya, 2017

Kusebut Namamu

Menceng raya, kusebut

Namamu di setiap titimangsa.

Lalu aku ini kau sebut apa?

Menceng Raya, 2017

(Visited 16 times, 1 visits today)
Ajak teman kamu untuk membaca Cerpen & bantu share ya!

About Yunk Putra El-Lefaqy

Yunk Putra El-Lefaqy (Hasrul Hamdi Putra) – Lahir di Lombok NTB, 31 Januari 1991. Sekarang bermukim di Jakarta. Bergiat di UKM kesenian UIN Mataram (BKSM-SAKSI) semasa kuliah. Puisi-puisinya telah dimuat di media. Selain menulis puisi, ia juga aktif menulis lagu (sebagai koleksi pribadi). Contact: Fb: Yunk Putra El-Lefaqy IG: @yunk.putra31

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *