Breaking News
Home > Cerpen Keluarga > Ride of Roses

Ride of Roses

Di toko kue langganan Wulan, Candra ikut memilihkan kue untuk acara besok di rumah Wulan. Besok adalah hari special, karena besok Candra dan Wulan akan memberikan surprise kepada ibunya Wulan. Candra sengaja memilih kue yang banyak ditaburi strawberry karena Candra tahu bahwa ibunya Wulan sangat menyukai strawberry. Mereka juga tidak lupa melampirkan kartu ucapan selamat ulang tahun bernuansa serba strawberry.

Di motor Candra, Wulan dibonceng sambil memangku kue ulang tahun yang baru saja dibelinya. Kali ini, Wulan tidak bisa memeluk erat tubuh Candra karena terhalang kue. Padahal biasanya, Wulan selalu memeluk erat tubuh Candra sambil sesekali menghirup aroma parfum yang tercium dari tubuh kekasihnya itu. Menghirup aroma parfum yang soft dan menenangkan dari tubuh orang yang dikasihi itu seperti menikmati segarnya oase di tengah kebisingan dan kemacetan.

Tanpa diduga, tiba-tiba di hadapan mereka ada suara keras. Ternyata ada motor yang jatuh karena terserempet mobil. Seketika itu juga warga sekitar langsung menghampiri tempat kejadian. Candra dan Wulan pun sempat kaget karena jarak mereka tidak jauh dari terjadinya tabrakan tersebut. Candra terpaksa menjalankan motornya lebih pelan dan hati-hati karena terhalang oleh warga yang berbondong-bondong menghampiri tempat kejadian.

Sambil melaju pelan, Candra melihat bahwa yang terserempet mobil itu adalah seorang ibu-ibu. Warga awalnya menyalahkan pengemudi mobil yang dianggapnya ceroboh sehingga menyebabkan tabrakan. Tapi pengemudi mobil menyangkal. Menurutnya, yang salah adalah si ibu pengendara motor, karena si ibu mendadak menyerobot belok ke kanan. Padahal lighting motornya yang menyala adalah yang sebelah kiri.

Sambil terus melaju, Candra beerbisik kepada Wulan supaya tetap memperhatikan kejadian tersebut. Setelah melaju cukup jauh dari tempat kejadian tabrakan, Candra pun kembali memelankan laju motornya sambil memberikan beberapa nasihat kepada Wulan supaya lebih berhati-hati dalam berkendara. Baik itu ketika mengendarai mobil ataupun motor. Wulan pun mengucapkan terima kasih kepada Candra karena telah mengingatkan mengenai safety ride.

Menurut Candra, di Indonesia ini banyak pengendara yang seenaknya melanggar peraturan dan mengabaikan pentingnya safety ride. Mulai dari mereka yang melanggar rambu seenaknya karena merasa kebal hukum, angkutan umum yang mengangkut dan menurunkan penumpang di tempat yang tidak diperbolehkan, konvoi yang mengabaikan rambu dan traffic light, pengendara motor yang melajukan motornya di atas trotoar, hingga kecerobohan kecil berdampak besar seperti kejadian tabrakan barusan.

Sesampainya di rumah Wulan, mereka pun turun untuk menyimpan kuenya di kulkas. Candra tidak bisa berlama-lama di rumah Wulan karena harus segera ganti oli dan cuci motor sebelum tempat washing motor langganannya tutup. Supaya besok ketika menghadiri acara di rumah Wulan, motor Candra sudah fresh dan kinclong. Candra pun berjanji ke ibunya Wulan bahwa besok dirinya akan tiba lebih awal supaya bisa ikut membantu Wulan menyiapkan masakan.

***

Hampir tengah malam. Tapi Wulan belum bisa memejamkan matanya. Wulan tidak sabar ingin segera merayakan ulang tahun ibunya besok bersama Candra. Wulan memeluk boneka beruang pemberian Candra sambil mengingat nasihat dari Candra mengenai pentingnya safety ride di perjalanan. Nasihat dari Candra tadi membuat Wulan teringat dengan berbagai kejadian yang pernah dialaminya bersama Candra.

Pada masa awal pacaran dengan Candra, Wulan sering dibuat kesal oleh Candra yang terbilang jahil. Misalnya ketika Wulan main ke rumah Candra dengan menggunakan helm tipis yang mudah pecah. Tentu saja helm seperti itu sangat tidak layak untuk dipakai berkendara motor. Ketika Wulan mau pulang, Candra pun menyembunyikan helm tipis milik Wulan tersebut dan menggantinya dengan semangka.

Wulan yang kesal karena helmnya diganti semangka malah membuat Candra tertawa riang. Candra pun memeluk Wulan sambil perlahan menjelaskan bahwa helm tipis seperti itu mudah pecah dan sangat tidak layak untuk dipakai berkendara motor. Candra pun menjelaskan bahwa kepala Wulan itu harus dijaga, karena kepala Wulan bukan semangka. Penjelasan Candra membuat Wulan sadar bahwa Candra begitu peduli dan sangat menyayanginya.

Pernah sekali waktu Candra bertanya kepada Wulan. Kenapa Wulan pakai helm? Wulan pun menjawab, supaya tidak ditilang. Mendengar jawaban seperti itu, Candra hanya tersenyum miris. Ternyata masih banyak orang berpendidikan tinggi seperti Wulan yang memakai helm bukan karena kesadaran akan pentingnya keselamatan dalam berkendara, tapi lebih karena takut ditilang. Wulan pun kembali disadarkan oleh Candra mengenai fungsi helm yang sebenarnya.

Banyak faktor yang membuat berkendara di Indonesia harus ekstra hati-hati. Mulai dari banyaknya jalanan berlubang, para pengendara yang melanggar seenaknya, lintasan kereta yang tidak disertai palang, tukang tambal ban licik yang mencari konsumen dengan cara menebar paku di jalanan, para pengangguran yang mencari eksistensi dengan cara merusuh bersama gank motor, para orang tua yang membiarkan anaknya yang masih di bawah umur berkendara motor di jalanan, dll.

Candra termasuk orang yang sangat menyukai touring dengan motor kesayangannya itu. Bersama grup motornya, Candra sering melakukan touring lintas kota, lintas provinsi, hingga lintas pulau. Menurut Candra, melakukan perjalanan dengan motor kesayangannya itu seperti halnya berkendara di atas mawar. Perjalanan bisa terasa menyebalkan jika kita menganggapnya penuh duri. Perjalanan juga bisa terasa menyenangkan jika kita menganggapnya penuh bunga. Semua tergantung persepsi kita dalam memaknainya.

Malam semakin larut. Wulan mencoba memejamkan mata sambil memeluk boneka beruang lebih erat. Tidak lupa tadi Wulan menyiapkan gitar dan juga biola kesayangannya. Rencananya, besok mereka mau membawakan lagu-lagu slow rock. Candra bermain gitar, Wulan bermain biola, dan ibunya Wulan yang menyanyi. Suara ibunya Wulan memang terbilang bagus dan banyak orang yang kagum dengan suara emasnya itu. Kebetulan ibunya Wulan sangat menyukai lagu-lagu slow rock seperti Bon Jovi, Def Leppard, Firehouse, Kiss, Queen, Scorpions, dan lain-lain.   

***

Motor Candra penyok dan ban depannya pecah. Sebetulnya, ini bukan salah Candra, karena Candra sudah benar berada di lajur kiri dan tidak melanggar rambu maupun traffic light. Justru ormas yang konvoi secara ugal-ugalan ini menerobos traffic light sehingga menyebabkan terjadinya tabrakan masal. Candra yang memacu lurus motornya melintasi traffic light yang sedang hijau tiba-tiba ditabrak oleh ormas yang sedang konvoi dari arah kiri.

Kejadian ini sempat membuat heboh warga dan aparat. Selain mengakibatkan kemacetan panjang, para ormas ini juga sempat membuat kekacauan dengan menyalahkan para pengendara lain sambil mengacungkan bendera berlogo ormas mereka. Entah kenapa, para aparat tidak menindak tegas para ormas yang melanggar ini. Padahal jelas ormas yang konvoi ini sering melanggar dan ugal-ugalan. Bahkan beberapa di antara mereka ada yang bermotor tanpa memakai helm.

Selain Candra, ada beberapa pengendara lain yang menjadi korban penabrakan oleh ormas ini. Bahkan ada ibu hamil dan anak kecil yang masih terbaring di trotoar menunggu bantuan. Lengan dan kaki kiri Candra cedera akibat hantaman tadi. Beberapa warga yang menyaksikan kejadian ini berusaha menjadi penengah dan membantu korban penabrakan. Ada yang memberikan air minum, ada yang menelfon ambulance, ada juga yang mendokumentasi kejadian seperti halnya wartawan, dll.

Di tengah kebingungannya, Candra meraih ponsel di kantongnya untuk mengabari Wulan bahwa Candra tidak bisa ikut menghadiri ulang tahun ibunya Wulan. Sialnya, ponsel Candra mati total. Layarnya retak. Maklum, ponsel Candra bukan ponsel keluaran terbaru yang layarnya menggunakan gorilla glass. Kemungkinan besar ponsel Candra rusak akibat tadi ditabrak ormas hingga Candra jatuh tertimpa motornya.

Untungnya ada salah seorang warga yang berbaik hati meminjamkan ponselnya. Candra pun dengan penuh terima kasih menerima bantuan tersebut. Beberapa panggilan tidak dijawab Wulan. Mungkin Wulan sedang sibuk menyiapkan masakan. Baru di panggilan kelima, Wulan menjawab telfon dari Candra dengan nada kesal sekaligus khawatir karena Candra belum juga tiba di rumah Wulan. Setelah Candra menceritakan kejadian yang baru saja dialaminya, Wulan pun segera menceritakan kepada keluarganya mengenai apa yang baru saja dialami oleh Candra. Keluarga Wulan sepakat untuk menjemput Candra. Yang namanya musibah memang seringkali tidak terduga. Bahkan bisa terjadi sekalipun bukan karena kesalahan kita. Di satu sisi, Wulan merasa cemas dengan keadaan Candra. Tapi di sisi lain, Wulan merasa sangat beruntung memiliki kekasih seperti Candra yang selalu mengingatkan akan pentingnya safety ride di perjalanan. Mungkin perhatian dan kepedulian inilah yang membuat keluarga Wulan begitu menyayangi Candra.

(Visited 16 times, 1 visits today)
Ajak teman kamu untuk membaca Cerpen & bantu share ya!

About Bayu Angora

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *