Breaking News
Home > Tips Menulis Cerpen

Tips Menulis Cerpen

Tips Menulis Cerpen

Hai para Penulis Cerpen…

Halaman Tips Menulis Cerpen ini dibuat agar kita semua bisa menulis Cerpen dengan baik dan benar juga enak dibaca. Oleh karenanya pada halaman ini banyak sekali tips menulis yang terkandung didalamnya, sehingga sangat bermanfaat untuk terus disimak dan ditelaah lebih dalam, agar kamu-kamu yang belum pernah menulis Cerpen, sekedar ingin coba-coba dan ingin mengetahui lebih banyak tentang tips menulis Cerpen, maka bisa merujuk pada halaman ini.

Mari kita belajar bersama!!

Note:

Halaman ini akan terus mengalami perbaikan atau revisi, seiring dengan adanya masukkan dan tambahan tips menulis Cerpen dari para Penulis Cerpen lainnya.

Tips 1

Huruf

Huruf besar diawal dialog:

“Sayang kamu lagi apa?” = benar

“sayang kamu lagi apa?” = salah (huruf pertama)

Huruf kecil pada dialog lanjutan:

“Baru juga pulang, sudah mau pergi lagi,” sanggahku sambil menangis lirih, “rasa kangen ini masih belum terobati, cobalah untuk beberapa hari lagi disini.” (rasa = huruf kecil).

Kata “rasa” merupakan lanjutan dari dialog sebelumnya, hanya dijeda oleh sedikit narasi.

Jika dialog tidak dijeda, maka akan menjadi:

“Baru juga pulang sudah mau pergi lagi, rasa kangen ini masih belum terobati cobalah untuk beberapa hari lagi disini,” sanggahku sambil menangis lirih.

Note: (Beberapa penerbit masih menggunakan huruf besar, hal demikian biasa terjadi, karena sudah menjadi kebijakan dari masing-masing penerbitnya).

TIPS 2

Tanda Petik (“……”)

Huruf pertama dan huruf terakhir menempel dengan tanda kutip.

Contoh:

“Sayang kamu lagi apa?” = benar (menempel)

“ Sayang kamu lagi apa ?” = salah (ada spasi)

Tanda petik pembuka dialog ()

Tanda petik penutup dialog ()

Contoh:

“Sayang kamu lagi apa?” = benar

“Sayang kamu lagi apa? = salah

TIPS 3

Tanda Baca:

(.) Titik

(,) Koma

(?) Tanda Tanya

(!) Tanda Seru

Tanda baca semuanya menempel pada akhir kata dan kalimat didalam tanda petik, bukan diluar.

Contoh:

“Sayang kamu lagi apa?” = benar (tanda baca didalam tanda petik)

“Sayang kamu lagi apa”? = salah (tanda baca diluar tanda petik)

Contoh:

“Baru juga pulang sudah mau pergi lagi,” sanggahku sambil menangis lirih, “rasa kangen ini masih belum terobati cobalah untuk beberapa hari lagi disini.” = benar (tanda baca didalam tanda petik)

“Baru juga pulang sudah mau pergi lagi”, sanggahku sambil menangis lirih, “rasa kangen ini masih belum terobati cobalah untuk beberapa hari lagi disini”. = salah (tanda baca diluar tanda petik)

Penggunaan tanda baca koma (,) dan tanda baca titik (.) pada dialog:

Tanda baca koma dipakai, jika pada dialog masih terdapat narasi.

Contoh:

“Baru juga pulang sudah mau pergi lagi, rasa kangen ini masih belum terobati cobalah untuk beberapa hari lagi disini,” sanggahku sambil menangis lirih.

Tanda baca titik dipakai jika dialog selesai atau berhenti dan tanpa keterangan narasi.

Contoh:

“Baru juga pulang sudah mau pergi lagi,” sanggahku sambil menangis lirih, “rasa kangen ini masih belum terobati cobalah untuk beberapa hari lagi disini.” = benar (tanda baca didalam tanda petik)

Dialog diawali dengan narasi:

Aku bertanya padanya, “Sayang kamu lagi apa?”

Dia menjawab dengan tegas, “Sedang mempersiapakan barang-barang, karena besok pagi aku harus berangkat lagi!”

Penggunaan narasi diawal dialog, harus menggunakan koma yang menempel di akhir kata atau kalimat narasi, dilanjutkan dengan buka petik, lalu tulis dialog kemudian ditutup dengan tanda baca dan tutup petik.

TIPS 4

Frase:

Frase seringkali dipakai sebagai pelengkap penanda dialog, pemakaiannya kadang diawal dialog atau bisa juga diakhir dialog.

Para Penulis Cerpen seringkali menyebutnya dengan “dialog tag”.

Dialog tag sangat berpengaruh juga berfungsi sebagai penentu tanda baca diakhir dialog.

Berikut beberapa contoh dialog tag:

kataku (pakai tanda koma)

Contoh: “Aku mau pergi,” kataku.

tanyaku (pakai tanda tanya)

Contoh: “Sayang kamu lagi apa?” tanyaku.

ujarnya (pakai tanda seru)

Contoh: “Jangan pergi!” ujarnya.

tukasnya (pakai tanda seru)

Contoh: “Sudahlah lupakan aku!” tukasnya.

seruku (pakai tanda seru)

Contoh: “Kamu jahat!” seruku.

sanggahku (pakai tanda koma)

Contoh: “Aku masih mencintaimu,” sanggahku.

kata Mawar (pakai tanda koma)

Contoh: “Kamu benar-benar jahat,” kata Mawar.

tanya Mawar (pakai tanda tanya)

Contoh: “Kenapa kamu bisa setega ini?” tanya Mawar.

pekik Mawar (pakai tanda seru)

Contoh: “Kamu benar-benar jahaaatttt!” pekik Mawar.

tukas Mawar (pakai tanda seru)

Contoh: “Ingatlah! Seumur hidup, kamu tidak akan pernah melupakan aku!” tukas Mawar.

Mawar berkata (pakai tanda titik diakhir dialog)

Contoh: Mawar berkata, “Sayang jangan pergi.”

Baiklah para Penulis Cerpen, ditunggu kritik, masukan dan revisinya!!

Salam, Tim Penulis Cerpen

(Visited 26 times, 1 visits today)
Ajak teman kamu untuk membaca Cerpen & bantu share ya!